Kategori
Uncategorized

E-Health dan M-Health, Sarana Kesehatan Digital Serta Internet

Internet memberikan berbagai opsi bagi orang awam sebagai konsumen industri pelayanan kesehatan untuk meriset berbagai gejala yang ia rasakan atau yang terjadi pada tubuhnya. Sebelum memutuskan mengunjungi dokter, mencari pengalaman sejenis di internet memang menjadi langkah pertama. WHO sendiri sejak 1998 mengakui peran internet dalam promosi produk medis dan obat-obatan.

Pada 2005, e-health atau electronic health, yaitu penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi pelayanan kesehatan dan informasi kesehatan, mulai didorong untuk dimasukkan dalam layanan dan sistem kesehatan.

Perkembangan Internet Pada Dunia Medis

Seiring meluasnya penggunaan dan makin canggihnya teknologi ponsel dan perangkat nirkabel pendukung, pada 2016 muncullah konsep m-health atau mobile health, yaitu penggunaan teknologi nirkabel untuk kesehatan publik, guna meningkatkan akses ke informasi kesehatan, tenaga kesehatan dan layanan kesehatan. Berbeda dengan sejarah awalnya internet di dunia, perkembangannya pada dunia medis sudah sangat mudah berkembang.

Cakupan e-health lebih luas, melingkupi teknologi rekam medis elektronik, sistem administrasi pasien, hingga sistem di lab kesehatan. Sementara melalui penerapan m-health, informasi kesehatan bisa diantar dan dikumpulkan lebih cepat hingga lebih rutin melalui aplikasi memanfaatkan fitur ponsel hingga penggunaan smartwatch. Berbanding dengan situs perjudian seperti agen sbobet yang sudah pasti tertahan.

Pada 2018, WHO menerbitkan resolusi mengenai kesehatan digital. Resolusi ini mendorong negara-negara anggota memberi prioritas pengembangan dan penggunaan teknologi digital dalam dunia kesehatan. Ini dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan universal dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Jenis E-Health Berdasarkan Pengguna

Untuk memudahkan kategorisasi e-health, kita bisa mengelompokkannya berdasarkan jenis pengguna yang disasar. Jenis e-health bisa dibedakan menjadi:

  • E-Health untuk Konsumen Umum:
    Banyak layanan situs health-tech jatuh dalam kategori ini. Disebut sebagai informatika konsumen dengan tujuan memberi informasi kesehatan kepada masyarakat umum, memfasilitasi komunikasi dokter-pasien tanpa tatap muka. Termasuk juga: aplikasi kesehatan berbasis ponsel (m-health), layanan apotek online, pemeriksaan lab, perawatan di rumah, pembuatan janji bertemu, hingga pemesanan ambulans online.
  • E-Health untuk Penyedia Layanan Kesehatan:
    Disebut informatika medis/klinis, e-health ini mencakup fasilitas kesehatan, institusi pendidikan kesehatan dan medis, serta para praktisi kesehatan. Di fasilitas kesehatan, diterapkan dalam dan sistem resep elektronik dan rekam medis. Lebih jauh lagi soal rekam medis yang wajib secara hukum dilindungi kerahasiaannya, tentulah pertanyaan soal perlindungan keamanan data menjadi penting.
  • E-Health untuk Akademisi dan Peneliti:
    Dalam bioinformatika, sistem teknologi dan informasi dimanfaatkan untuk manajemen, distribusi, dan pengolahan data kesehatan demi keperluan riset medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *