Cyberbullying – Kejahatan Melalui Internet, Kamu Termasuk?

Cyberbullying (perundungan dunia maya) ialah bullying/perundungan bersama dengan memanfaatkan teknologi digital yang juga terus mengikuti perkembangan internet termasuk di Indonesia. Hal ini sanggup berlangsung di tempat sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel.

Cyberbullying adalah perilaku agresif dan punya tujuan yang dilakukan suatu kelompok atau individu, memanfaatkan tempat elektronik, secara berulang-ulang dari pas ke waktu, pada seseorang yang diakui tidak mudah melaksanakan perlawanan atas tindakan tersebut. Jadi, terdapat perbedaan kekuatan pada pelaku dan korban. Perbedaan kekuatan dalam hal ini merujuk pada sebuah persepsi kapasitas fisik dan mental.

Ciri Dari Bentuk Cyberbullying

Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang bertujuan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Contohnya termasuk:

  • Menyebarkan kebohongan berkenaan seseorang atau memposting foto memalukan berkenaan seseorang di tempat sosial
  • Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar tempat sosial, atau memposting suatu hal yang memalukan/menyakitkan
  • Meniru atau mengatasnamakan seseorang (misalnya bersama dengan account palsu atau masuk melalui account seseorang) dan mengirim pesan jahat kepada orang lain atas nama mereka.
  • Trolling – pengiriman pesan yang mengancam atau mengesalkan di jejaring sosial, ruang obrolan, atau game online seperti sbobet login.
  • Mengucilkan, mengecualikan, anak-anak dari game online, aktivitas, atau kelompok pertemanan.
  • Menyiapkan/membuat situs atau kelompok (group chat, room chat) yang berisi kebencian berkenaan seseorang atau bersama dengan target untuk menebar kebencian pada seseorang.
  • Menghasut anak-anak atau remaja lainnya untuk mempermalukan seseorang.
  • Memberikan suara untuk atau menentang seseorang dalam jajak pendapat yang melecehkan.
  • Membuat account palsu, membajak, atau mengambil identitas online untuk mempermalukan seseorang atau membuat persoalan dalam memanfaatkan nama mereka.
  • Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar sensual atau terlibat dalam obrolan seksual.

Bullying secara langsung atau tatap muka dan cyberbullying seringkali sanggup berlangsung secara bersamaan. Namun cyberbullying meninggalkan jejak digital – sebuah rekaman atau catatan yang sanggup berguna dan memberikan bukti dikala mendukung menghentikan perilaku keliru ini.

Dampak Dari CyberBullying

Bullying berlangsung secara online, anda sanggup merasa seperti diserang dari mana-mana, apalagi di dalam rumahmu sendiri. Sepertinya tidak tersedia jalur untuk keluar. Dampaknya sanggup bertahan lama dan mempengaruhi seseorang dalam banyak cara:

  1. Secara Mental — merasa kesal, malu, bodoh, apalagi marah
  2. Secara Emosional — merasa malu atau kehilangan minat pada hal-hal yang anda sukai
  3. Secara Fisik — penat (kurang tidur), atau mengalami tanda-tanda seperti sakit perut dan sakit kepala

Perasaan ditertawakan atau dilecehkan oleh orang lain sanggup membuat seseorang tidak ingin membicarakan atau menangani persoalan tersebut. Dalam persoalan ekstrim, cyberbullying apalagi sanggup membuat seseorang mengakhiri nyawanya sendiri.

Cyberbullying sanggup mempengaruhi kamu dengan beragam cara, namun tentunya persoalan ini sanggup diatasi dan orang-orang yang terdampak terhitung sanggup meraih ulang kepercayaan diri dan kebugaran mental mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *